linux expert GUI

Instalasi Linux Debian Menggunakan Expertgui

Debian Linux Installation With Expertgui

Langkah-langkahnya :

The steps are :

~ Ketikkan expertgui pada awal tampilan prompt, lalu tekan enter.

Write down expertgui on the first screen of prompt, press enter.

~ Tekan enter pada debian installer main menu.

Press enter in the debian installer main menu.

~ Pilih bahasa yang diinginkan, lalu tekan enter.

Choose language what you want, press enter.

~ Pilih area yang diinginkan, lalu tekan enter.

Choose area what you want, press enter.

~ Pada choose a locale, pilih “aa_DJ UTF-8”, tekan enter.

In the choose a locale, choose “aa_DJ UTF-8”, and press enter.

~ Pada choose other locales to be supported, pilih “aa_DJ UTF-8”, tekan enter.

In the choose other locales to be support, choose “aa_DJ UTF-8”, and press enter.

~ Pada select to keyboard layout, pilih Type of keyboard : PC-style (AT or PS2 connector) keyboard, tekan enter.

In the select to keyboard layout, choose type of keyboard : PC-style (AT or PS2 connector) keyboard, press enter.

~ Pada keymap to use pilih American English, tekan enter.

In the keymap to use choose American English, press enter.

~ Pada choose the next step in the install process, tekan enter.

In the choose the next step in the install process, press enter.

~ Pada detect and mount CD-ROM, tekan enter.

In the detect and mount CD-ROM, press enter.

~ Pilih semua modul pada menu, tekan enter.

Choose all modules in the menu, press enter.

~ Pada start PC card service, pilih yes, lalu enter.

In the start PC card service, choose yes, and press enter.

~ Pada PCMCIA resource range option, ketik debian, tekan enter.

In the PCMCIA resource range option, write down debian, press enter.

~ Tekan enter pada load installer components from CD.

Press enter in the load installer components from CD.

~ Pilih semua komponen dari CD, tekan enter.

Choose all components from CD, press enter.

~ Load installer components from CD.

~ Pada detect network hardware, tekan enter.

In the detect network hardware, press enter.

~ Pada PCMCIA resource range option, ketik debian.

In the PCMCIA resource range option, write down debian.

~ Tekan enter pada configure and start a PPPOE connection.

Press enter in the configure and start a PPPOE connection.

~ Tekan enter pada configure the network.

Press enter in the configure the network.

~ Pada auto configure network with DHCP, pilih yes, tekan enter.

In the auto configure network with DHCP, choose yes, press enter.

~ Ketik debian pada hostname, tekan enter.

Write down in the hostname, press enter.

~ Tekan enter pada continue installation remotely using SSH.

Press enter in the continue installation remotely using SSH.

~ Masukkan password yang diinginkan, contoh : ketik 123456, tekan enter.

Enter the password what you want, example : write down 123456, press enter.

~ Tekan enter pada choose a mirror of the debian archive.

Press enter in the choose a mirror of the debian archive.

~ Pada protocol for file downloads, pilih FTP, tekan enter.

In the protocol for file downloads, choose FTP, and press enter.

~ Kemudian pilih Ftp. Debian.org, tekan enter.

And then choose Ftp. Debian.org, press enter.

~ Pada detect disk, tekan enter.

In the detect disk, press enter.

~ Pada partition disk, tekan enter.

In the partition disk, press enter.

~ Pada partitioning method, pilih Guided-use entire, tekan enter.

In the partitioning method, choose Guided-use entire, press enter.

~ Pada select disk to partition, pilih IDE1 master (hda) – 8,5 Gb ST38421A, tekan enter.

In the select disk to partition, choose IDE1 master (had) – 8,5 Gb ST38421A, press enter.

~ Tekan enter pada partitioning scheme, pilih separate /home partition.

Press enter in the partition scheme, choose separate /home partition.

~ Sekarang kita membuat partisi baru dengan menghapus semua partisi.

Now we’ll makes new partition with remove all partitions.

~ Langkah-langkah partisi harddisk :

Hapus semua partisi

Buat partisi dengan skema

/root = 4 Gb, type : primary, locate : beginning, fs : ext3.

/home = 2 Gb, type : logical, locate : beginning, fs : ext3.

Swap area = 2 Gb, file system : swap area.

Pilih finish partitioning and write change to disk, tekan enter.

The steps for harddisk partition :

Remove all partitions

Create new partition with scheme

/root = 4 Gb, type : primary, locate : beginning, fs : ext3

/home = 2 Gb, type : logical, locate : beginning, fs : ext3

Swap area = 2 Gb, file system : swap area.

Choose finish partitioning and write change to disk, press enter.

~ Pada configure time zone, pilih eastern.

In the configure time zone, choose eastern.

~ Tekan enter pada configure the clock.

Press enter in the configure the clock.

~ Setup users and passwords :

Masukkan users root password

Masukkan nama untuk user

Masukkan nama untuk user account

Masukkan password untuk user

Setup users and passwords :

Enter password root user

Enter name for user

Enter name for user account

Enter password for user

~ Tekan enter pada install the base system.

Press enter in the install the base system.

~ Tekan enter pada configure the package manager.

Press enter in the configure the package manager.

~ Tekan enter pada select and install software.

Press enter in the select and install software.

~ Pada participate in the package usage survey, pilih yes, tekan enter.

In the participate in the package usage survey, choose yes, press enter.

~ Pada software to install, pilih desktop environment standard system, tekan enter.

In the software to install, choose desktop environment standard system, press enter.

~ Tekan enter pada install GRUB boot loader on a harddisk.

Press enter in the install GRUB boot loader on a harddisk.

~ Pada install the GRUB boot loader to the master boot record, pilih yes, tekan enter.

In the install the GRUB boot loader to the master boot record, choose yes, press enter.

~ Masukkan GRUB password.

Enter GRUB password.

~ Pada finish the installation, tekan enter.

In the finish the installation, press enter.

~ Instalasi sudah selesai.

The installation is finish.

THE END

OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan

OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut

Lapisan ke- Nama lapisan Keterangan
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Remote Desktop

Langkah-langkah Menjalankan Remote Desktop
Sediakan dua komputer, install salah satu komputer dengan Linux Debian dan komputer lainnya dengan Windows 2000 Server
Installasi Windows 2000 Server
Setting BIOS dengan first booting pada CD ROM
Masukkan CD Install Windows 2000 Server
Akan muncul tampilan awal instalasi Windows 2000 Server
Pilih To set up Windows 2000 now, press ENTER. tekan Enter
Setelah muncul Windows 2000 Licensing Agreement. Tekan F8
Masuk ke partition disk
Hapus semua partisi
Buatlah partisi baru dengan mengikuti panduan yang ada
Setelah selesai, tekan Enter dan pilih Format the partition using the NTFS file system
Pilih To format the drive, press F
Tunggulah selama proses pem-formatan
Jika proses sudah selesai komputer akan secara otomatis melakukan booting ulang
Biarkan komputer anda booting ke harddisk
Setelah muncul kotak dialog, pilih next.
Tunggulah selama proses Installing device
Pada kotak dialog Regional Settings, klik next
Pilih beberapa komponen dengan memberi tanda centang, klik next
Pilih Typical settings, klik next
Tunggulah selama proses Instalasi komponen
Setelah selesai, klik Finish. Komputer akan me-restart
Setelah komputer sudah ter-install Windows 2000 Server, jalankan komputer
Masuk ke control panel
Pilih Add/Remove Programs
Pilih Add/Remove Windows Components
Pada menu Components, tandai Terminal Services dan Terminal Services Licensing. Klik next.
Pilih Remote administration mode. Klik next
Tunggulah selama komputer sedang proses. Klik Finish.
Menjalankan Remote Desktop
Pastikan dua komputer anda telah terhubung dalam satu jaringan
Jalankan komputer dengan sistem operasi Linux Debian
Untuk uji coba, masuklah ke root terminal lalu ketik ping [IP Address komputer yang lain]
Jika kedua komputer sudah dapat mengenali IP Address komputer yang lainnya, anda sudah dapat menjalankan remote desktop
Masuklah ke root terminal, ketikkan rdesktop [IP Address computer yang lain]
Jika komputer yang anda jalankan sudah bisa menampilkan Windows 2000 server, berarti anda telah berhasil menjalankan Remote Desktop

clas ip

A. IP Address kelas A :

~Bit pertama dari IP address adalah 0

~Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 0 – 127

~Hanya ada kurang dari 128 jaringan kelas A

~Setiap jaringan kelas A bisa mempunyai jutaan host

B. IP Address kelas B :

~Bit pertama dari IP address adalah 10

~Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 128 – 191

~Terdapat ribuan jaringan kelas B

~Setiap jaringan kelas B bisa mempunyai ribuan host

C. IP Address kelas C :

~Bit pertama dari IP address adalah 110

~Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya 192 – 223

~Terdapat jutaan jaringan kelas C

~Setiap jaringan kelas C hanya mempunyai kurang dari 254 host

D. IP Address kelas D :

~Bit pertama dari IP address adalah 111

~Nomor jaringan dengan IP yang byte pertamanya lebih dari 223

~Merupakan address yang dialokasikan untuk kepentingan khusus

E. IP Address kelas E :

~Bit pertama dari IP address adalah 11110

~ Merupakan address yang dialokasikan untuk Eksperimen

Tcp/ip

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.